bismillah..
hmmm, ini sebenernya draft udah dr setaun lebih yang lalu..nyoba nyari mood dulu..wusss kembali ke April 2009
masih teringat kata2 ini meluncur dari mulut saya ketika tim fundraising sedang miting 1 divisi untuk menentukan judul dari “jualan” kita untuk rumah sehat yang akan dibangun saat itu..masih terasa atmosfer yang asing ketika saya harus ikut berkumpul dengan semua tim yang mana saya belum 2 bulan disana..entah kenapa, pas masuk ruangan “singgg” hawa dingin langsung merasuk dan jegerrr kepala saya blank..suer blank pol…
ruang miting itu berukuran sekitar 7X4, dengan meja miting membentuk gugusan U yang lonjong..saya langsung memilih duduk pas di seberang papan tulis, tempat yang saya tau paling aman dari hembusan AC (soalnya kapok, pas wawancara dengan direksi pas duduk di seberang AC, wurrr, bener2 membawa lari semua yang ada di kepala saat itu)..dan dimulailah diskusi besar saya yang pertama..
entah kenapa saya merasa gak ‘ajeg’ dengan kondisi diskusi yang dilakukan..bener2 gak ada yang bisa dikeluarin dari kepala, semua hanya terlihat kayak awan putih kosong bergelantungan..semua orang sahut menyaut mengeluarkan apa saja yang ada di kepala mereka, dan saya hanya bisa diam terpekur di meja saya sambil coret2 di notes yang sebenernya gak ada juga yang saya coret2 (blank total). makin lama, suasana makin bikin saya tambah gak enak saja karena sekarang selain saya nyoret2 gak genah ditambah lagi dengan lirikan orang2 lain yang tertuju ke saya karena belum mengeluarkan suara sedikitpun..plusss saya duduknya di tengah (dohhh salah milih tempat duduk, malah jadi center of view banget)..
hemm sebenernya saya gak bermasalah untuk mengeluarkan ide di tengah keributan..tapi yang saya perlukan saya harus nyaman dulu dengan lingkungannya (yang mana ya salah saya sendiri kenapa ga bisa menyamankan diri pada saat itu)..sambil mencoba tidak menghiraukan kondisi sekitar, saya memaksa otak saya untuk bekerja “ayo dong keluarrrr”..
saya mencoba masuk ke ruang pikiran saya sendiri..mencoba menutup kuping dari ide2 yang terlontar dari sekitar dan juga menutup mata dari papan tulis yang disana dituliskan semua yang terlontar di forum..”apa ya kata2 yang singkat tapi kalo dibaca langsung “deggg” ke hati dan membuat orang tergerak tanpa mengeksploitasi kemiskinan??’ – begitulah pagar yang ditetapkan, untuk tidak mengeksploitasi kemiskinan dalam “menjual” program2 kepada khalayak umum..dan tiba2 saja tangan saya teracung, walau dalam hati dagdigdug sangat kencang, mungkin lebai ya bagi yang lain gitu doang sampe segitunya..tapi gak tau kenapa waktu itu memang seperti itu kondisinya..
“karena kaya tidak cuma-cuma”, ucapku saat itu..
semua orang diam saja, yang tadinya ribut, jadi hening…”singgggg”..dan saya cuma bisa melirik ke seluruh ruangan “apa ada yang salah ya??”..kemudian pemimpin forum yang waktu itu GM divisi berujar..
“bagus Din, tapi masih terlalu hard kalau untuk kita pasang, kita main yang agak soft aja dan kurang masuk tema kesehatannya”..
fiuhhhh,leganyaaa.saya sempat berargumen sedikit untuk mempertahankan ide saya, walau gak diterusin..padahal waktu itu masih berpikir “judul ini kayaknya bisa bikin semua orang sadar dan langsung beringsut untuk berdonasi deh, catchy dan menohok”..tapi iya juga sih kata2nya telalu “nyindir”, lebih baik menyemangati dengan kalimat positif daripada menyemangati dengan kalimat negatif walau tujuannya sama..satu pelajaran baru lagi yang saya dapat..
akhirnya diskusi saat itu berakhir dengan mendapatkan “Sehat Bisa Cuma-cuma” sebagai judul “jualan”nya..
hmmm what an experience
gimana kalau dibalik..
“Kita kaya untuk sesama.. ” ?
atau..
“Kita kaya supaya berbagi” ?